Kamis, 14 Mei 2015

Karena Aku bukan Anak Raja, Juga bukan Anak Ulama Besar

Wahyu pertama yang juga perintah pertama yang diturunkan oleh Allah melalui perantara Jibril kepada Muhammad dan umatnya (kita) adalah membaca. Dengan membaca, manusia memperoleh apa-apa yang sebelumnya belum diketahuinya. Dengan membaca juga manusia mampu menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dikaruniakan Allah kepada manusia.

Jika manusia mencintai Penciptanya dan nabinya, maka ia akan sangat mencintai Ilmu. Maka hal pertama yang harus dilakukan oleh pencinta ilmu yang mengamalkan perintah Allah adalah membaca. Membaca tanda-tanda kekuasaan-Nya. Membaca Kalam-Nya. dan dengan membaca semakin menampakkan bahwa Maha Besar dan Maha Suci Sang Khaliq yang menciptakan jagad raya ini beserta isinya.

Jika bagi pencinta Ilmu, membaca adalah hal pertama yang dilakukannya, maka hal kedua yang harus dilakukannya adalah menulis. Sayidina Ali pernah mengatakan "Ikatlah Ilmu dengan menuliskannya". dan Iamam Syafi'i menyampaikan bahwa bodoh orang yang memburu kijang liar di hutan, mendapatkan tapi tidak mengikatnya.Begitulah tabiat dari ilmu, dia harus diikat dalam hati dan pikiran. Dan salah satu caranya adalah dengan menuliskannya.

Saya menyadari, begitu banyak ilmu yang didapat, dan banyak juga yang hilang dan lupa ketika tidak ada catatan-catatan yang saya buat mengenainya. Oleh karena itu agar ilmu itu dapat diikat maka saya menuliskannya di blog ini dan juga sebagai tambahan pengetahuan bagi agan-agan yang membutuhkannnya. Memang, ada yang menurut kita biasa saja, namun bagi orang lain sangat butuh informasi tersebut. Semoga dengan menuliskan ini, saya bisa berbagi manfaat dengan agan-agan semua.

 "Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah." [Imam Al Ghazali]

Semoga memberi manfaat.

rahil

0 komentar:

Posting Komentar